RSS

Arsip Tag: Pengorbanan

Never Alone

Nah, pemikiran kali ini adalah mengenai sebuah kalimat “Never Alone“, mungkin tidak asing di telinga pembaca dan pasti telah banyak yang tahu arti dari kata tersebut bahkan mungkin banyak artikel yang serupa. Sebuah kalimat yang mungkin sangat simple tetapi memiliki banyak makna. Tiap orang bisa mengartikannya secara berbeda sesuai sudut pandang yang dipakai. b6a6c4f4c50d7585b5801ada414caa33

Pemikiran mengangkat artikel ini muncul dari sebuah Judul Lagu “Never Alone” dari Ladu Antebellum, Merupakan lagu yang memiliki makna yang dalam dan memberikan banyak arti. Mungkin terdengan agak sedih ketika didengarkan, tapi memiliki arti yang dalam.

Kebalikan dari “Never Alone” adalah “Alone“, ya mudah saja tinggal menghilanggkan never-nya, tapi  banyak orang yang mengalami hal ini. Rasa kesendirian muncul ketika seseorang merngarapkan suatu perhatian namun faktanya terjadi hal sebaliknya, merasa tidak ada yang peduli terhadap apa yang dilakukannya, berpikir telalu berlebihan dan bahkan muncul seketika ketika gelisah atau galau.

Kadang kita mengalami kesendirian. Hidup terasa hampa, tidak ada yang memperdulikan kita. Itu sesuatu yang wajar bagi manusia. Saya pribadi pun pernah mengalami hal itu, dan bahkan akhir-akhir ini sering terjadi hal seperti itu, bahkan semua orang pasti dan pernah mengalami fase ini. Tapi bangkit dan berdiri kembali adalah jalan yang dipilih, karena merasa sendiri berlarut-larut tidaklah baik bagi pribadi kita. Ya, mungkin salah satu alasan tambahannya adalah hal itu. Read the rest of this entry »

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 03/10/2014 in Islami, Motivation, Renungan

 

Tag: , , , , , , , , , ,

“PUDARNYA PESONA CLEOPATRA”

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim … Dengan panjang lebar ibu menjelaskan, sebenarnya sejak ada dalan kandungan aku telah dijodohkan dengan Raihana yang tak pernah kukenal.” Ibunya Raihana adalah teman karib ibu waktu nyantri di pesantren Mangkuyudan Solo dulu” kata ibu.

“Kami pernah berjanji, jika dikarunia anak berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan. Karena itu ibu mohon keikhlasanmu” , ucap beliau dengan nada mengiba.

Dalam pergulatan jiwa yang sulit berhari-hari, akhirnya aku pasrah. Aku menuruti keinginan ibu. Aku tak mau mengecewakan ibu. Aku ingin menjadi mentari pagi dihatinya, meskipun untuk itu aku harus mengorbankan diriku.

Dengan hati pahit kuserahkan semuanya bulat-bulat pada ibu. Meskipun sesungguhnya dalam hatiku timbul kecemasan-kecemasan yang datang begitu saja dan tidak tahu alasannya.

Yang jelas aku sudah punya kriteria dan impian tersendiri untuk calon istriku. Aku tidak bisa berbuat apa-apa berhadapan dengan air mata ibu yang amat kucintai. Saat khitbah (lamaran) sekilas kutatap wajah Raihana, benar kata Aida adikku, ia memang baby face dan anggun.

Read the rest of this entry »

 
 

Tag: , , , , , , ,

 
%d blogger menyukai ini: