RSS

Mind Full or MindFul? Bagian 1.

23 Jan

Sudah sekian lama saya tidak menulis, kurang lebih kurun waktu 1 tahun  kebelakang. Entah kesibukan apa yang saya alami setiap harinya. Mungkin terlalu sibuk dengan segala urusan yang saya hadapi, bermalas-malasan, terlalu banyak liburan atau terlalu banyak pikiran.

Tema tulisan ini memang berkaitan dengan kembalinya saya me?nulis. Ya, kali ini tulisan saya berjudul “Mind Full or Mindful“. Saya mengangkat tema ini karena berkaitan dengan saya pribadi dan secara umum juga terjadi pada orang lain. Baiklah kita mulai saja pembahasan “Mind Full or Mindful“.

IMG_1216

Nah, kita mulai dengan Mind Full. Mind Full terdiri dari dua suku kata yaitu Mind yang artinya pikiran dan Full yang artinya penuh. Jika diartikan dalam Bahasa Indonesia yaitu Pikiran Penuh. Banyak hal yang menyebabkan hal ini terjadi misalnya terlalu banyak permasalahan mengenai pekerjaan, hubungan percintaan dan masalah perekonomian. Banyak juga ditimbulkan karena ekspektasi yang terlalu tinggi pada suatu hal sehingga bila tidak tercapai maka akan mengalami rasa kecewa dan stress.

Nah ada hal lain juga yang menyebabkan hal ini terjadi yaitu mereka yang selalu mempunyai impian dan angan-angan yang tinggi dan bermacam-macam. Pasti di sekitar kalian pasti ada individu seperti ini. Bukan hal yang salah jika mereka mempunyai impian dan angan yang tinggi. Hal tidak benar terjadi ketika mereka menginginkan hal itu tetapi hanya sebatas diucapan dan tidak ada tindakan nyata. Mereka hanya akan menambah dan menambah beban pikiran. Mereka tidak akan mencapai suatu kebahagian yang sederhana apabila tetap mempertahankannya.

Tambahan lainnya yang menyebabkan pikiran penuh dan saya alami selama ini. Pertama, saya terlalu menyibukkan diri dengan hal-hal yang terkadang kurang berguna namun terlalu dipikirkan. Misalnya, ketika bermain game berapa banyak manfaat yang kita dapatkan? bandingkan dengan olah otak ketika bermain game itu? apakah akan sebanding dengan hasilnya? apakah kegunaanya akan lebih banyak atau malah merugikanmu?

Kedua, terkadang saya memikirkan suatu hal yang belum terjadi atau biasanya disebut kekhawatiran. Nah, kekhawatiran ini sering saya alami dan paling banyak berkontribusi membuat pikiran saya penuh. Terkadang saya terlalu takut untuk mencoba padahal hasilnya nanti belum kita ketahui. Hal ini mungkin juga banyak terjadi pada individu lainnya atau bisa dikatakan wajar. Namun, bagaimana kita nantinya menaggulangi hal ini. Saya sendiri perlahan mulai bisa mengatasi hal ini dan hasilnya ya saya mulai bisa meluangkan waktu untuk menulis lagi.

Itu adalah beberapa hal yang membuat pikiran saya penuh, mungkin ada banyak hal lain yang meyebabkan hal itu karena setiap pemikiraan dan permasalah yang dihadapi individu berbeda-beda. Ya, kita bisa saling mencurahkan/curhat permasalah yang dihadapi, setidaknya bisa sedikit mengurangi beban pikiran dan menemukan solusinya. Mungkin ada yang mau menceritakan permasalahnnya dan membuat pikiran penu? Saya siap mendengarkan dan berusaha menemukan solusinya bersama-sama :).

Ya cukup sekian tulisan awal tahun dan awal tulisan terbaru saya. Mengenai Mindful dan cara mengatasi Mind Full akan saya lanjutkan pada bagain kedua “Mind Full or Mindful“. Sekian untuk tulisan kali ini, semoga bermanfaat dan berguna bagi pembaca sekalian.

Iklan
 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 23/01/2016 in Penulis, Quotes, Renungan

 

Tag: , , , , , , , , ,

One response to “Mind Full or MindFul? Bagian 1.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: